Tata Cara Melaksanakan Ibadah Umroh yang Harus Anda Ketahui

Hasuna Tour Umroh Jogja

Penting bagi Anda untuk mengetahui tata cara melaksanakan ibadah umroh sebelum menunaikan ibadah tersebut di Tanah Suci. Umroh memang bisa menjadi pilihan alternatif bagi mereka yang belum berkesempatan untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Apalagi jika menengok antrean haji yang begitu panjang dan lama, membuat umroh menjadi pilihan yang tepat bagi Anda yang ingin segera pergi ke Baitullah.

Umroh sendiri memiliki rukun atau tata cara yang sedikit berbeda dengan ibadah haji. Perbedaan tersebut dapat terlihat dari waktu dan tempat pelaksanaannya. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan tentang tata cara ibadah umroh berikut ini:

Miqat dari Masjid Dzulhulaifah Untuk Memakai Kain Ihram dan Membaca Niat

Miqat merupakan tempat yang dijadikan sebagai titik awal pelaksanaan dimana jamaah memakai kain ihram serta membaca niat umroh. Miqat dilaksanakan di Madinah, tepatnya di Masjid Dzulhulaifah atau dikenal dengan Masjid Bir Ali. Bisa juga dilakukan di Makkah dan Jeddah dan mulai dari Bandara King Abdul Aziz.

Setelah mengenakan pakaian ihram, jamaah dianjurkan berwudhu dan melaksanakan shalat sunnah ihram dua rakaat. Selain itu, terdapat larangan bagi jamaah laki-laki maupun perempuan.

Tata Cara Melaksanakan Ibadah Umroh yang Harus Anda Ketahui
pakaian Ihram

Bagi laki-laki, selama melaksanakan umroh tidak boleh memakai alas kaki yang menutup mata kaki, mengenakan pakaian yang dijahit, serta memakai tutup kepala, seperti topi maupun peci.

Sementara itu, bagi wanita dilarang memakai penutup wajah, menggunakan wewangian, dan juga memakai kaos tangan. Untuk laki-laki dan peremuan, keduanya dilarang memotong kuku, memakai wewangian, mencukur/mencabut bulu/rambut, bermesraan atau berhubungan badan, mencaci, membunuh hewan, serta memotong tanaman di sekitar Mekkah.

Setelah itu, jamaah umroh membaca niat ibadah umroh berikut ini:

“Labbaikallahumma ‘umratan”

Artinya: “Aku sambut panggilan-Mu Ya Allah untuk menjalankan umroh”.

Selesai Miqat, Menuju Masjidil Haram dan Melakukan Shalat Tahiyatul Masjid 2 Rakaat

Tata cara melaksanakan ibadah umroh yang selanjutnya adalah menuju Masjidil Haram. Dalam perjalananan ke Masjidil Haram, jamaah dianjurkan membaca kalimat talbiyah,

“Labbaik Allahumma Labbaik. Labbaik Laa Syarika Laka Labbaik. Innal Hamda Wan Ni’mata Laka Wal Mulk Laa Syarika Lak”.

Artinya, “Aku penuhi panggilan-Mu Ya Allah, aku penuhi penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerjaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu”.

Setelah Shalat, Jamaah Kemudian Melakukan Thawaf

Sebelum masuk ke Masjidil Haram, jamaah dianjurkan berwudhu. Saat memasuki Masjidil Haram, disarankan untuk membaca doa,

“BISMILLAH WASH SHOLATU WAS SALAMU ‘ALA RASULULLAH. ALLAHUMMAFTAHLI ABWABA RAHMATIKA”

Artinya: “Dengan nama Allah, shalawat dan salam untuk Rasulullah. Ya Allah bukankanlah pintu-pintu rahmat-Mu.

Setelah itu, jamaah menuju tempat thawaf (mataf) untuk memulai berkeliling Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Dimulai dari garis lurus (area dekat Hajar Aswad) yang terletak di antara pintu Ka’bah dan tanda lampu hijau di lantai atas Masjidil Haram.

tata cara thawaf

Melaksanakan Shalat 2 Rakaat di Maqam Ibrahim

Setelah selesai melakukan thawaf, jamaah kemudian melaksanakan sholat dua rakaat di Maqam Ibrahim. Pada rakaat pertama, jamaah membaca Surah Al-Fatihah dan dilanjutkan dengn membaca Surah Al-Kafirun.

Untuk rakaat kedua, setelah membaca  Al-Fatihah, dilanjutkan dengan memaca Surah Al-Ikhlas.

Beristirahat dan Minum Air Zam-Zam

Setelah melaksanakan shalat, jamaah disunahkan beristirahat dan minum air Zam-Zam. Namun sebelum minum, jamaah hendaknya membaca,

“ALLAHUMMA INNI ASALUKA’ILMAN NAFI’AN WA RISQON WAASI’AN WA SYIFAA’AN MIN KULLI DAA’IN WA SAQOMIN BI ROHMATIKA YA ARHAMAR ROHIMIN”

Artinya “Ya Allah, aku mohon pada-Mu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit”.

Melaksanaan Sa’i atau Berlari Kecil dari Bukit Shafa ke Marwah

Selanjutnya, jamaah umroh melaksanakan sa’i atau berlari-lari kecil dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah sebanyak tujuh kali.

Melakukan Tahallul atau Mencukur Rambut

tahalul mencukur rambut tata cara ibadah umroh
sumber republika

Untuk menyempurnakan serangkaian ibadah umroh yang telah dijalankan, jamaah harus melakukan tahallul atau mencukur rambut.

Bagi Anda yang ingin melaksanakan ibadah umroh dengan keberangkatan dari kota Jogja, pastikan biro perjalanan umroh Jogja yang Anda pilih bisa memberikan bimbingan lengkap bagi Anda tentang tata cara melaksanakan ibadah umroh tersebut. Dengan demikian Anda akan lebih paham bagaimana cara menjalankan rukun umroh secara lengkap sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah.

Untuk itu, percayakan kebutuhan umroh Anda pada Hasuna Tour. Perusahaan perjalanan haji dan umroh Jogja yang telah berdiri selama lebih dari 22 tahun ini selalu berkomitmen untuk memberikan bimbingan pelaksanaan haji dan umroh yang lengkap sesuai dengan tuntunan. Hasuna Tour telah sukses melayani 21.000 jamaah haji dan umroh dari DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan seluruh Indonesia. Dengan Hasuna Tour biro umroh jogja, perjalanan umroh Anda akan terasa semakin mengesankan.

Baca Juga Artikel Menarik dari Hasuna Umrah Jogja

oleh-oleh haji dan umroh

8 Oleh-Oleh Khas Haji dan Umroh Selain Kurma dan Air Zam-Zam

Setelah Anda selesai melaksanakan ibadah haji atau umroh, tentu saja Anda ingin membawa pulang beberapa oleh-oleh khas haji dan umroh untuk keluarga ataupun kerabat yang  ada di Tanah Air. Tak melulu membawa oleh-oleh buah kurma

HASUNA BIRO UMROH JOGJA DAN HAJI PLUS FURODA (30)

8 Keistimewaan Ibadah Umroh yang Harus Anda Ketahui

Sebagai muslim, kita perlu tahu apa saja keistimewaan ibadah umroh. Meski berbeda dengan ibadah haji, namun ibadah umroh tidak kalah istimewanya di banding rukun Islam yang kelima itu. Banyak hal istimewa yang Allah janjikan pada

Solusi Naik Haji bagi yang Kurang Mampu

Ibadah haji merupakan ibadah yang diwajibkan bagi mereka yang telah mampu secara fisik maupun finansial. Jadi, bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan secara fisik maupun materi, ibadah haji ini tidak diwajib untuk dilaksanakan. lalu bagaimana

Sejarah Ka’bah, Awal Mula diBangunnya Tempat Suci di Mekah

Sejarah Ka’bah, Awal Mula diBangunnya Tempat Suci di Mekah

Kabah adalah bangunan suci yang terdapat di Kota Mekah, tepatnya di tengah-tengah Masjidil Haram. Kabah dijadikan oleh umat muslim di seluruh dunia sebagai kiblat dalam beribadah salat. Tidak berhenti di situ, Kabah juga merupakan salah

KANTOR PUSAT

Jl. Ipda Tut Harsono No.3, Muja Muju, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55165.

KANTOR HASUNA

© 2019 Hasuna Tour All right reserved