Sejarah Sa’i di Antara Bukit Shafa dan Marwah dan Maknanya

Kisah Sejarah Sa’i : Siti Hajar, Nabi Ibrahim AS, dan Nabi Ismail AS

Tahukah anda ada kisah menarik tentang Sejarah sa’i atau berlari kecil di antara Bukit Shafa dan Marwah yang merupakan rangkaian ibadah umroh dan haji?

Salah satu rukun dalam melaksanakan ibadah umroh dan haji adalah Sa’i. Ibadah Sa’i adalah salah satu rukun umroh dan haji yang dilakukan dengan berlari-lari kecil atau berjalan dengan bergegas di antara Bukit Shafa dan Marwah yang berjarak 405 meter sebanyak tujuh kali.

Prosesi Sa’i dilaksanakan dari bukit Shafa. Ketika berada di Shafa, jamaah hendaknya naik ke atas bukit menuju Marwah dan kemudian mengahadap ke Kabah. Ibadah Sa’i yang saat ini dilaksanakan oleh jamaah haji dan umroh memiliki sejarah dan makna tersendiri. Untuk mengetahui sejarah dan makna dari ibadah sa’i lebih jauh, berikut adalah penjelasannya.

Kisah Sejarah Sa’i : Siti Hajar, Nabi Ibrahim AS, dan Nabi Ismail AS

Sejarah sa’i tidak lepas dari kisah istri Nabi Ibrahim yang juga ibu dari Nabi Ismail, yaitu Siti Hajar. Sejarah sa’i di antara Bukit Shafa dan Marwah berawal ketika Siti Hajar berusaha mencari air untuk putranya Ismail yang tengah kehausan.

Ketika itu, Nab Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT untuk meninggalkan istri dan juga anaknya di sebuah gurun yang sangat tandus. Siti Hajar yang merasa bingung dan sedih atas rencana kepergian suaminya pun bertanya “Hendak pergi kemanakah engkau Ibrahim?”.

Mendengar pertanyaan tersebut dari istrinya, Nabi Ibrahim tidak menjawab dan diam saja. Kemudian Siti Hajar menambahkan “Sampai hatikah engkau Ibrahim meniggalkan kami berdua di tempat sunyi dan tandus seperti ini?”.

Ibrahim masih tidak menjawab dan tidak menoleh sama sekali. Kemudian Siti Hajar berkata kembali, “Adakah ini perintah dari Allah SWT?”. Saat itu, Nabi Ibrahim menjawab, “Ya”. Mndengar jawaban tersebut, hati Siti Hajar menjadi lebih tenang. Lalu kemudian Siti Hajar kembali berkata,”Jika memang demikian, pastilah Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan nasib kita.”.

Nabi Ibrahim kemudian pergi meninggalkan Siti Hajar dan juga Ismail dengan membekali mereka makanan dan minuman. Akan tetapi bekal yang diberikan Ibrahim tersebut lama-kelamaan habis juga. Siti Hajar kemudian berusaha mencari air untuk anaknya.

Dari tempat ia berada, Siti Hajar melihat sebuah bukit, yaitu Bukit Shafa. Ia kemudian bergegas mencari air menuju puncak Bukit Shafa, akan tetapi nihil. Ia tidak menemukan apapun. Kemudian ia bergegas turun ke arah Bukit Marwah, namun nihil juga. Siti Hajar kembali lagi ke Bukit Shafa, dan kembali lagi ke Bukit Marwah. Demikian seterusnya hingga tujuh kali.

Setelah tujuh kali bergegas dari Shafa ke Marwah dan sebaliknya, dari Bukit Marwah Siti Hajar mendengar suara gemericik air. Ia kemudian menghampiri arah suara tersebut. Betapa terkejutnya ia ketika menemukan pancaran air yang deras keluar dari dalam tanah di bawah telapak kaki Nabi Ismail.

sumur zam zam
sumur zam zam

Kini air tersebut kemudian dinamakan dengan air zamzam. Dan hingga saat ini, air zam-zam tidak pernah surut ataupun kekeringan. Orang-orang Arab yang melintasi kawasan tersebut kemudian memutuskan untuk tinggal dan jadilah saat ini menjadi Kota Mekah yang berkembang.

Di tempat tersebut kemudian dilaksanakan badah haji dan umroh oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia. Dan peristiwa Siti Hajar tersebut kemudian dijadikan dasar ibadah sa’i yang saat ini dilakukan ketika ibadah umroh atau haji.

Makna Sa’i

Secara bahasa, Sa’i memiliki arti berjuang atau berusaha. Namun kemudian, makna sa’i dkembangkan menjadi sebuah perjuangan hidup yang dilakukan untuk pribadi, keluarga, maupun masyarakat. Sa’i dimaknai sebagai perjuangan hidup yang pantang menyerah dan tidak putus asa. Bahwa hidup harus dijalani dengan penuh kesabaran, ketaqwaan, serta ketawakalan kepada Allah SWT.

Demikianlan Sejarah sa’i di antara Bukit Shafa dan Marwah yang saat ini menjadi salah satu rukun dari ibadah haji dan umroh. Untuk melihat langsung bagaimana Bukit Shafa dan Marwah serta melaksanakan ibadah Sa’i, Anda dapat menghubungi biro travel haji plus Jogja Hasuna. Pengalaman Hasuna selama 22 tahun sebagai biro umroh Jogja akan membuat perjalanan Anda menuju tanah suci menjadi lebih aman dan nyaman, karena dibimbing langsung oleh pembimbing yang berpengalaman dan bersertifikat.

Baca Juga Artikel Menarik dari Hasuna Umrah Jogja

Kisah Abrahah Menyerang Kabah

Kisah Abrahah Menyerang Kabah dengan Pasukan Bergajah

Kisah Abrahah menyerang Kabah- Dalam sejarah Islam, terdapat salah satu peristiwa besar yang terjadi bertepatan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW, yaitu peristiwa penyerangan Kabah yang dilakukan oleh Abrahah. Dalam peristiwa ini, dikisahkan Abrahah menyerang Kabah

HASUNA BIRO UMROH JOGJA DAN HAJI PLUS FURODA (32)

Pengertian Umroh, Syarat, dan Hukumnya

Sebagai seorang muslim, kita harus memahami pengertian umroh, syarat, dan hukumnya. Menurut bahasa arab, umroh artinya berkunjung atau berziarah. Sedangkan menurut istilah, umroh adalah berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan serangkaian tahapan ibadah, seperti misalnya Thawaf,

4 Ciri-Ciri Haji Mabrur Menurut Rasulullah SAW

4 Ciri-Ciri Haji Mabrur Menurut Rasulullah SAW

Seperti apakah ciri-ciri haji mabrur menurut islam?- Mabrur dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah diterima Allah atau baik. Jadi, secara bahasa, haji mabrur adalah haji yang baik atau ibadahnya telah dilaksanakan dengan baik dan diterima

Sejarah Sang Juru Kunci Kabah di Tanah Suci Mekah

Sejarah Sang Juru Kunci Kabah di Tanah Suci Mekah

Sang juru kunci Kabah- Kabah adalah bangunan di Kota Mekah yang menjadi kiblat bagi umat muslim di seluruh penjuru dunia. Tidak semua orang dapat memasuki Kabah. Oleh karena itu, kuncinya pun tidak dipegang oleh sembarang

Bolehkah Wanita Pergi Umroh Sendirian?

Bolehkah Wanita Pergi Umroh Sendirian?

Sebagian wanita bertanya-tanya, “bolehkah wanita pergi umroh sendirian?”. Dalam hal ini ada perbedaan pendapat antara ulama. Sekarang ini, banyak wanita yang ingin menunaikan ibadah haji dan umroh sendirian karena merasa aman untuk melakukan perjalanan sendirian

syarat ibadah haji

6 Syarat Ibadah Haji yang Wajib Untuk Dipenuhi

Terdapat 6 syarat ibadah haji yang harus diketahui sebelum Anda menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Ibadah haji sendiri merupakan rukun Islam kelima yang dalam pelaksanaanya terdapat syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Nah, apa

KANTOR PUSAT

Jl. Ipda Tut Harsono No.3, Muja Muju, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55165.

KANTOR HASUNA

© 2019 Hasuna Tour All right reserved