Sejarah dari Melempar Jumrah di Tanah Mina

Sejarah dari Melempar Jumrah

Melempar jumrah adalah salah satu dari banyaknya rangkaian yang harus jmaah lakukan ketika menjalankan ibadah haji di tanah suci. Lempar jumrah ini umumnya dilaksanakan oleh jamaah ketika berada di Mina. Sedangkan batu yang digunakan untuk melempar jumrah biasanya sudah dipersiapkan ketika mabit di Muzdhalifah. Kali ini Biro Hasuna Umroh Jogja akan mengulas Sejarah dari Melempar Jumrah hingga kini menjadi salah satu rangkaian ibadah haji.

Perintah Menyembelih Nabi Ismail

Sejarah dari melempar jumrah ini telah dituliskan oleh Ablah Muhammad Al Kahlawi dalam bukunya yang berjudul Rujukan Utama Haji dan Umrah Untuk Wanita. Dalam buku tersebut, Ablah menceritakan bahwa asal mula dari lempar jumrah adalah kisah Nabi Ibrahim, Siti Hajar istrinya, dan juga putranya, Nabi Ismail.

Sebelum datangnya perintah untuk menyembelih anaknya, Nabi Ibrahim telah melalui banyak ujian, mulai dari adanya usaha membakar dirinya, kemudian perintah meninggalkan istri dan anaknya di tanah yang tandus dan gersang. Seakan belum cukup, Allah kembali menguji Ibrahim Melalui mimpinya, Allah memerintahkan Ibrahim untuk menyembelih putanya sendiri, yaitu Nabi Ismail. Ibrahim kemudian menanyakan perihal mimpi tersebut kepada anaknya, Ismail. Tanpa rasa ragu, Ismail langsung menjawab, “Wahai ayahku, laksanakanlah perintah yang kau terima. Atas kehendak Allah, aku akan bersabar.” Katanya.

Nabi Ismail paham betul, bahwa mimpi yang diterima Ayahnya tersebut bukanlah bisikan setan, melainkan perintah dari Allah SWT. Oleh karena itu, ketika Nabi Ibrahim hendak melaksanakan perintah Allah tersebut, setan menggodanya untuk memikirkan kembali niatnya tersebut.

sejarah melempar jumroh di mina

Sejarah dari Melempar Jumrah : Nabi Ibrahim Melempari Setan

Menerima gangguan dari setan, Nabi Ibrahim sama sekali tidak goyah. Karena Nabi Ibrahim begitu teguh, setan kemudian menampakkan dirinya di depan Nabi Ibrahim. Melihat setan di hadapannya, Nab Ibrahim kemudian mengambil beberapa batu kecil dan melemparkannya ke arah setan tersebut. Pelemparan ini tepat di posisi jumrah ula saat ini berada.

Seakan enggan menyerah, setan kemudian beralih membujuk istri Nabi Ibrahim, yaitu Siti Hajar. Namun, sama halnya dengan Nab Ibrahim, Siti Hajar juga tidak goyah sama sekali. Ia kembali mengingat bahwa setiap ujian yang Allah SWT berikan selalu diirngi dengan balasan yang manis apabila ia tabah menghadapinya. Karena tetap teguh, setan kemudian menampakkan dirinya di hadapan Siti Hajar. Sama dengan Nabi Ibrahim, Siti Hajar kemudian melempar setan dengan menggunakan batu-batu kecil. Pelemparan ini tepat di posisi jumrah wustha saat ini berada.

Gagal menggoda Siti Hajar, setan kemudian beralih ke Nabi Ismail. Usaha setan tersebut kembali gagal. Setan belum mengetahui bahwa meskipun saat itu Ismail masih muda, ia telah menyerahkan jiwa dan raganya kepada Allah SWT. Ia juga selalu mendahulukan Allah SWT dalam segala hal. Sama halnya dengan Nabi Ibrahim dan ibunya, Nabi Ismail melempar setan dengan batu kecil yang ada di genggamannya. Pelemparan ini tepat d posisi jumrah ‘aqabah saat ini.

mina aerial view

Demikianlah sejarah dari melempar jumrah dalam rangkaian ibadah haji di Mina. Pelemparan batu yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim, Nabi, Ismail, serta Siti Hajar tersebut kemudian menjadi rangkaian dari ibadah haji. Melempar jumrah juga memiliki makan tersendiri dalam pelaksanaannya. Apabila Anda ingin mengetahui lebh jauh mengenai peristiwa lempar jumrah dan ingin melaksanakan ibadah haji, ada baiknya Anda menghubungi Hasuna Tour. Sebagai biro travel haji plus Jogja dengan pengalaman 22 tahun, Hasuna akan memberikan rangkaian perjalanan yang aman dan menyenangkan untuk ibadah haji Anda. Selain itu, biro travel umrah Jogja ini juga telah berhasil memberangkatkan 21.000 jamaah. Dengan pembimbing bersertifikat, Hasuna akan membantu berjalannya ibadah Anda mejadi lebih khusyu’.

Baca Juga Artikel Menarik dari Hasuna Umrah Jogja

Hukum Naik Haji Tapi Berhutang

Hukum Naik Haji Tapi Berhutang

Ibadah haji diwajibkan bagi setiap muslim yang memiliki kemampuan, baik secara fisik maupun finansial. Tapi fenomena yang terjadi sekarang ini adalah pergi haji dengan jalan berhutang. Berhutang apabila dilihat dari satu sisi menunjukkan bahwa orang

Mengapa air zam-zam tidak pernah mengering

Inilah Alasan Mengapa Air Zam-Zam Tidak Pernah Mengering

Mengapa air zam-zam tidak pernah mengering? Secara bahasa, zam-zam berarti melimpah ruah. Zam-zam yang saat ini berada di Masjidil Haram, tepatnya di sebelah tenggara Kabah, adalah sumur mata air yang dipercaya oleh umat muslim memiliki

4 Ciri-Ciri Haji Mabrur Menurut Rasulullah SAW

4 Ciri-Ciri Haji Mabrur Menurut Rasulullah SAW

Seperti apakah ciri-ciri haji mabrur menurut islam?- Mabrur dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah diterima Allah atau baik. Jadi, secara bahasa, haji mabrur adalah haji yang baik atau ibadahnya telah dilaksanakan dengan baik dan diterima

HASUNA BIRO UMROH JOGJA DAN HAJI PLUS FURODA (50)

6 Persiapan Fisik Sebelum Umroh yang Perlu Anda Lakukan

Calon jamaah umroh perlu menjalani serangkaian persiapan fisik sebelum umroh. Umroh merupakan ibadah yang membutuhkan kondisi fisik yang begitu prima. Bahkan mulai dari menentukan jadwal penerbangan, mempersiapkan perlengkapan umroh, hingga nantinya menjalankan serangkaian ibadah umroh,

oleh-oleh haji dan umroh

8 Oleh-Oleh Khas Haji dan Umroh Selain Kurma dan Air Zam-Zam

Setelah Anda selesai melaksanakan ibadah haji atau umroh, tentu saja Anda ingin membawa pulang beberapa oleh-oleh khas haji dan umroh untuk keluarga ataupun kerabat yang  ada di Tanah Air. Tak melulu membawa oleh-oleh buah kurma

KANTOR PUSAT

Jl. Ipda Tut Harsono No.3, Muja Muju, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55165.

KANTOR HASUNA

© 2019 Hasuna Tour All right reserved