Lempar Jumroh dalam ibadah Haji

lempar jumroh

Makna lempar jumrah- Dalam ibadah haji, terdapat beberapa rangkaian yang hanya dapat dilaksanakan di luar Kota Mekah. Rangkaian tersebut yang membedakan ibadah haji dengan umrah.

Ketika berada di puncak rangkaian ibadah haji, yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah, jamaah akan melaksanakan ritual wukuf di Aafah. Kemudian menuju Muzdhalifah pada sore harinya untuk mabit atau menginap. Baru setelah itu esok harinya jamaah akan melaksanakan lempar jumroh di Mina. Sebelum berangkat ke tanah suci atau sebelum melangsungkan ritual lempar jumrah, sebaiknya anda mengetahui makna melempar jumrah dan juga hal-hal lainnya berikut ini.

Ukuran Batu Jumrah

Melempar jumrah diperintahkan untuk menggunakan batu, dan tidak diperkenankan untuk menggunakan benda selain batu, seperti besi, kayu, mutiara, emas, perak, kaca, dan lain sebagainya. Ukuran batu yang digunakan untuk melempar jumrah adalah sebesar biji kacang tanah. Atau tidak lebih kecil jika dibandingkan dengan biji kacang hijau.

Namun juga tidak lebih besar jika dibandingkan dengan batu ketapel. Penentuan ukuran tersebut dimaksudkan agar batu yang digunakan untuk melempar jumrah tersebut tidak menyakiti apabila lemparannya meleset dan mengenai orang.

Alasan lainnya adalah untuk menghindari ghuluw atau berlebih-lebihan dalam menjalankan ibadah agama. Selain ukurannya yang tidak boleh terlalu besar, batu yang digunakan untuk melempar jumrah haruslah suci atau bersih.

Jumlah Batu Jumrah

Hal kedua yang perlu Anda ketahui mengenai lempar jumah adalah jumlah batunya. Jumlah batu yang digunakan untuk melmpar jumrah disesuaikan dengan berapa hari jamaah melakukan mabit atau menginap di Mina.

Apabila jamaah menginap selama tiga hari di Mina, maka batu yang dipersilakan untuk diambil adalah 70 butir. Namun apabila jamaah hanya mabit atau menginap dua hari saja di Mina, maka batu yang diambila adalah 49 butir. Jamaah yang disunahkan untuk mengumpulkan kerikil adalah jamaah perempuan.

Tempat Mendapatkan Batu Jumrah

Batu yang digunakan untuk melempar jumrah dapat dicari jamaah ketika menginap atau mabit di Muzdhalifah. Hal ini bertujuan agar jamaah lebih siap ketika akan melakukan lempar jumrah di Mina. Namun, batu untuk melempar jumrah dapat dicari di mana saja. Hal ini sesuai dengan teladan Rasulullah SAW. Ketika itu, Nabi Muhammad SAW mencari 7 batu untuk melempar jumrah โ€˜aqabah di Muzdhalifah. Sedangkan 21 batu lainnya dicari di Mina untuk melempar jumrah di tiga hari tasrik.

Hari Pelaksanaan Lempar Jumrah

Pelaksanaan lempar jumrah umumnya dilakukan dalam waktu empat hari. Namun jika hendak dipersingkat dapat dilakukan selama 3 hari, yaitu ketika hari Nahar dimulai dampai dengan dua ataupun tiga hari setelahnya.

Makna Lempar Jumrah

Tujuan mula lempar jumrah oleh Nabi Ibrahim adalah untuk mengusir iblis yang kala itu menampakkan diri ketika beliau tengah melaksanakan ibadah haji. Akan tetapi, makna lempar jumrah bukan berarti benar-benar melempar setan yang berada si sekitar atau terikat pada jumrah. Akan tetapi, makna dari melempar jumrah adalah untuk membuat setan merasa kesakitan dan senantiasa mengingat Allah SWT. Oleh karena itu, ketika melempar jumrah jamaah dianjurkan untuk melafalkan dzikir dan juga takbir.

Demikianlah lima hal mengenai seluk beluk serta makna lempar jumrah yang perlu Anda ketahui sebelum berangkat menunaikan badah di tanah suci. Untuk merencanakan perjalanan ibadah haji di tanah suci, Anda dapat menggunakan jasa Hasuna Tour. Biro travel haji plus Jogja ini telah berhasil memberangkatkan 21.000 jamaah ke tanah Mekah. Dengan pengalaman selama 22 tahun sebagai biro umrah Jogja, tentu saja Hasuna akan membantu merancang perjalanan ibadah haji Anda dengan aman dan menyenangkan.

Baca Juga Artikel Menarik dari Hasuna Umrah Jogja

Mengenal Sejarah Masjid Nabawi, Ada Makam Nabi Muhammad SAW

Hasuna.co.id – Masjid Nabawi merupakan salah satu tempat paling suci bagi umat Islam diseluruh dunia. Masjid Nabawi mempunyai sejarah sangat menarik yang harus diketahui oleh umat Islam. Apa yang menarik dari Masjid Nabawi? Penasaran? Di

Kisah Penaklukan Mekah / Fathu Makkah

Kisah Penaklukan Mekah- Sejarah penaklukan Kota Mekah / fathu makkah tidak pernah lepas dari perjanjian Hudaibiyah. Perjanjian Hudaibiyah adalah perjanjian antara Kaum Quraisy di Mekah dengan Kaum Muslim di Madinah. Salah satu dari isi perjanjian

Kisah Haji Wadaโ€™, Haji Pertama dan Terakhir Nabi Muhammad

Nabi Muhammad SAW adalah suri tauladan bagi umat muslim di seluruh penjuru dunia. Setiap perbuatan, perkataan, serta gerik-gerik beliau selalu diikuti oleh umatnya. Termasuk ketika beliau melakukan haji untuk pertama dan terakhir kali. Tata cara

4 Hal Menarik Tentang Makam Rasullullah Muhammad SAW

Hasuna.co.id – Salah satu destinasi saat berangkat haji atau umroh adalah mengunjungi makam Rasulullah Muhammad SAW. Makam Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam lokasinya adalah di dalam bangunan Masjid Nabawi. Tempat ini selalu menjadi lokasi

Umrah vs Haji, Perbedaan dan Tata Pelaksanaannya

Rukun Islam kelima bagi umat muslim adalah menjalankan ibadah haji bagi yang mampu. Haji yang secara literal memiliki arti menyengaja atau mengunjungi bermakna menyengaja berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan serangkaian ibadah dengan syarat, wajib, dan

Sejarah Sang Juru Kunci Kabah di Tanah Suci Mekah

Sang juru kunci Kabah- Kabah adalah bangunan di Kota Mekah yang menjadi kiblat bagi umat muslim di seluruh penjuru dunia. Tidak semua orang dapat memasuki Kabah. Oleh karena itu, kuncinya pun tidak dipegang oleh sembarang

KANTOR PUSAT

Jl. Ipda Tut Harsono No.3, Muja Muju, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55165.

KANTOR HASUNA

ยฉ 2019 Hasuna Tour All right reservedย 

%d blogger menyukai ini: