Kisah Penaklukan Mekah / Fathu Makkah

Kisah Penaklukan Mekah- Sejarah penaklukan Kota Mekah / fathu makkah tidak pernah lepas dari perjanjian Hudaibiyah. Perjanjian Hudaibiyah adalah perjanjian antara Kaum Quraisy di Mekah dengan Kaum Muslim di Madinah. Salah satu dari isi perjanjian Hudaibiyah adalah kebebasan dalam menjalankan ibadah. Barang siapa yang ingin menjadi kaum muslimin, dipersilakan untuk bergabung. Sebaliknya, barang siapa yang ingin menjadi sekutu Quraisy, juga dipersilakan.

Dua buah kabilah yang pada saat itu berseteru, yaitu Kabilah Khuzaa’ah dan juga Bani Bakr juga menentukan sekutu mereka. Kabilah Khuza’ah memilih menjadi sekutu Nabi Muhammad SAW, sedangkan Bani Bakr bergabung bersama kaum  Quraisy. Akan tetapi, Bani Bakr melanggar perjanjian damai ini dan malah menjadikannya kesempatan untuk membalas dendam kepada Kabilah Khuza’ah. Dengan bantuan Quraisy, mereka membunuh dan memerangi sekutu Nabi Muhammad SAW. Kabar tersebut kemudian didengar oleh Nabi Muhammad SAW melalui perwakilan dari Bani Khuza’ah.

Kedatangan Nabi Muhammad dan 10.000 Pasukannya ke Mekah

Atas pelanggaran perjanjian tersebut oleh Kaum Quraisy, kisah penaklukan Mekah dimulai. Nabi Muhammad SAW kemudian berencana menuju Mekah. Tidak sendirian, ketangan Nabi Muhammad didampingi 10.000 sahabat. Ketika sampai di Juhfah, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan pamannya, Al-Abbas bin Abdul Muthalib. Mendengar rencana Nabi Muhammad SAW, Al-Abbas kemudian mencari salah seorang Kaum Quraisy untuk menjamin keselamatan Nabi Muhammad SAW. Ketika dalam perjalanan, beliau bertemu dengan Abu Sufyan, salah seorang Kaum Quraisy. Abu Sufyan kemudian dibawa oleh Al-Abbas untuk menemui Nabi Muhammad SAW.

Sesaat setelah pertemuannya dengan Nabi Muhammad SAW, Abu Sufyan pun memeluk Islam. Oleh Nabi Muhammad, Abu Sufyan ditunjukkan kabilah-kabilah yang tergabung dalam pasukan. Melihat banyaknya pasukan Rasulullah, Abu Sufyan kemudian berkata bahwa tidak akan ada satu pasukanpun yang dapat menang melawan pasukan Rasulullah. Ia kemudian kembali ke kaumnya dan mengabarkan bahwa pasukan Nabi Muhammad SAW tidaklah mungkin sanggup untuk mereka lawan. Mendengar hal tersebut, pasukan Quraisy ketakutan dan bersembunyi.

Nabi Muhammad SAW Memasuki Kabah

Tidak ada satu pasukan Quraisy pun yang mampu menghalang Rasulullah beserta dengan pasukannya. Rasulullah beserta dengan sahabatnya kemudian masuk ke dalam Masjidil Haram dan mencium Hajar Aswad. Melihat banyaknya berhala di Kabah, Rasulullah pun menghancurkannya dan kemudian melaksanakan thawaf. Seusai melaksanakan thawaf, Rasulullah meminta kepada Utsman bin Thalhah untuk membukakan Kabah. Di dalam Kabah Rasulullah menjumpai banyak gambar di dalamnya. Gambar-gambar tersebut kemudian dihapusnya.

Sementara itu, di luar Kabah telah banyak kaum Quraisy yang menunggu keputusan Rasulullah. Ketika Rasulullah keluar, beliau menyampaikan bahwa beliau telah memaafkan mereka semua. Akan tetapi, tidak dengan 9 tokoh kaum mereka. Setelah itu, Kabah kembali dikunci oleh Utsman, dan Rasulullah memerintahkan Bial untuk mengumandangkan adzan di atas Kabah.

Demikianlah kisah penaklukan Mekah / Fathu Makkah oleh Rasulullah dan 10.000 sahabatnya. Di hari kedua setelah penaklukan Mekah, Rasulullah menyampaikan kepada umatnya bahwa Kota Mekah adalah kota yang dimuliakan oleh Allah. Oleh karena itu, tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk memeburu hewan, menebang pohon, ataupun mengambil barang yang ditemukannya, kecuali apabila ingin mengumumkannya.

Apabila Anda ingin berkunjung ke tanah suci, maka Anda dapat menggunakan jasa travel haji plus Jogja, Hasuna. Pengalaman selama 22 tahun dan juga telah berhasil memberangkatkan 21.000 jamaah ke tanah suci, menjadikan Hasuna sebagai salah satu biro umroh Jogja tertua dan berpengalaman. Dengan travel ini, perjalanan Anda menuju tanah suci akan berlangsung dengan suasana hati yang hikmat, karena selama perjalanan Anda akan diberikan kajian-kajian yang tentunya akan menambah khusyu ibadah haji.

Baca Juga Artikel Menarik dari Hasuna Umrah Jogja

Umrah vs Haji, Perbedaan dan Tata Pelaksanaannya

Rukun Islam kelima bagi umat muslim adalah menjalankan ibadah haji bagi yang mampu. Haji yang secara literal memiliki arti menyengaja atau mengunjungi bermakna menyengaja berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan serangkaian ibadah dengan syarat, wajib, dan

Bolehkah Umroh Saat Hamil

Bagimana Jika Umroh dalam Keadaan Haid?

Halo kali ini Hasuna akan membaikan sebuah artikel tentang Bagimana Jika Umroh dalam Keadaan Haid? simak ya Mengalami menstruasi atau haid bagi wanita yang masih subur dan tidak ada masalah dengan sistem reproduksinya adalah sebuah

Perbedaan Haji dan Umroh

Haji dan umroh merupakan dua hal yang berbeda, buat anda yang belum tahu apa perbedaan haji dan umroh, tenang saja. Kali ini Hasuna akan berbagi tentang perbedaan Umroh dan Haji. Nah beberapa ada kesamaan antara

Kisah Haji Wada’, Haji Pertama dan Terakhir Nabi Muhammad

Nabi Muhammad SAW adalah suri tauladan bagi umat muslim di seluruh penjuru dunia. Setiap perbuatan, perkataan, serta gerik-gerik beliau selalu diikuti oleh umatnya. Termasuk ketika beliau melakukan haji untuk pertama dan terakhir kali. Tata cara

Hukum Naik Haji Tapi Berhutang

Hukum Naik Haji Tapi Berhutang

Ibadah haji diwajibkan bagi setiap muslim yang memiliki kemampuan, baik secara fisik maupun finansial. Tapi fenomena yang terjadi sekarang ini adalah pergi haji dengan jalan berhutang. Berhutang apabila dilihat dari satu sisi menunjukkan bahwa orang

Haji Wada dan Pesan Terakhir Rasulullah

Hasuna Tour – Pernahkah pembaca semua mendengar istilah Haji Wada’? Haji Wada’ atau Haji Perpisahan adalah haji terakhir yang dilakukan Nabi Muhammad SAW pada tahun 10 Hijriyaah. Ibadah haji tersebut menjadi ibadah haji pertama sekaligus haji

KANTOR PUSAT

Jl. Ipda Tut Harsono No.3, Muja Muju, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55165.

KANTOR HASUNA

© 2019 Hasuna Tour All right reserved