Kisah Haji Wada’, Haji Pertama dan Terakhir Nabi Muhammad

Kisah Haji Wada’, Haji Pertama dan Terakhir Nabi Muhammad

Nabi Muhammad SAW adalah suri tauladan bagi umat muslim di seluruh penjuru dunia. Setiap perbuatan, perkataan, serta gerik-gerik beliau selalu diikuti oleh umatnya. Termasuk ketika beliau melakukan haji untuk pertama dan terakhir kali. Tata cara berhaji tersebut kemudian ditiru oleh seluruh umat muslim. Untuk mengetahui cerita ibadah haji Nabi Muhammad, inilah kisah Haji Wada, haji yang juga menjadi tanda wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Kali ini Hasuna Tour – Biro Umroh Jogja akan menceritakan kisah haji wada’. Simak ya.

Tanda Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Akhr tahun 10 Hijriah, Nabi Muhammad SAW mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa waktunya pertemuannya dengan ajal sudah sangatlah dekat. Hal tersebut ditunjukkan dengan berbagai tanda, misalnya takluknyaKota Mekah, kemudian beberapa tokoh Bani Tsaqif mulai memeluk islam, kedatangan delegasi dari negara-negara non-muslim ke Madinah untuk belajar dan memeluk islam, serta dilakukaannya haji wada oleh Nabi Muhammad SAW.

Haji Wada atau haji perpisahan adalah haji yang menandai perpisahan Nabi Muhammad SAW dengan umatnya. Haji Wada menjadi haji pertama sekaligus haji terakhir bagi Nabi Muhammad SAW. Sesaat setelah mengabarkan bahwa ia akan melakukan ibadah haji, beribu orang berbondong dari seleuruh penjuru tanah Arab datang ke Kota Madinah untuk turut melaksanakan ibadah haji bersama Nabi Muhammad SAW. Lebih dari seratus ribu kemah dipasang di kota Madinah untuk jamaah yang datang

Haji Wada

Kisah haji wada bermula ketika Nabi Muhammad SAW berangkat menunaikan ibadah haji bersama dengan istri-istrinya pada akhir tahun 10 Hijriah, 25 Zulka’dah. Beliau berangkat dari Madinah setelah menjalankan salat dzuhur. Keberangkatan beliau diikuti oleh 90.000 hingga 114.000 jamaah. Dengan penuh kegembiraan serta keihklasan hati, mereka berangkat menuju tanah suci. Ketika sampai di Dzul Hulaifa, tepatnya sebelum ashar, Nabi dan juga seluruh kaum muslimin berhenti dan bermasalam selama satu hari. Kemudian pada esok harinya, Nabi Muhammad SAW mengenakan pakaian ihram, yang kemudian diikuti oleh kaum muslimin yang lain.

Setelah delapan hari perjalanan, Nabi Muhammad beserta dengan kaum muslimin lainnya tiba di tanah suci Mekah. Beliau kemudian melakukan ibadah tawaf, diikuti dengan sa’i di antara Shafa dan juga Marwa. Kemudian pada 8 Dzulhijah, Nabi Muhammad berangkat ke Mina dan bermalam di sana. Baru setelah matahari terbit, Nabi Muhammad beserta dengan rombongannya berangkat menuju Arafah. Dan di sana, Nabi Muhammad menyampaikan khotbahnya. Setelah khotbah, Nabi kemudian mencukur rambutnya dan berangkat menuju Mekah. Di Mekah, Nabi Muhammad melaksanakan tawaf ifadha dan juga salat dzuhur. Di sini nabi meminum air zam-zam, dan kemudian kembali dan bermalam di Mina.

Tanggal 11 Dhulhijah, tepatnya ketika matahari mulai ke barat, Nabi Muhammad melempar jumrah di jamarat. Di sini Nabi Muhammad kemudian kembali menyampaikan khotbahnya. Setelah dari Mina, Nabi Muhammad kemudian melaksanakan thawaf wada di Mekah dan melanjutkan perjalanan ke Madinah. Di sinilah kemudian prosesi haji pertama sekaligus terakhir bagi Nabi Muhammad berakhir.

Demikianlah kisah haji wada’, haji perpisahan Nabi Muhammad dengan umatnya. Peristiwa ini menjadi momen di mana Nabi Muhammad bertemu dengan umatnya untuk yang terakhir kalinya. Tiga bulan setelah peristiwa tersebut terjadi, Nabi Muhammad SAW wafat.

Setiap perbuatan dan gerak-gerik Nabi Muhammad selalu menjadi tauladan bagi umatnya. Demikian pula dengan tindakan serta gerak-gerik Nabi Muhammad selama menjalankan ibadah haji di tanah suci. Jika Anda ingin meneladani Nabi Muhammad, dan memiliki keinginan untuk menunaikan ibadah haji, Anda dapat menggunakan jasa travel haji plus Jogja, Hasuna. Hasuna adalah travel umroh Jogja yang telah memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun serta telah memberangkatkan jamaah sebanyak 21 ribu orang. Sebagai biro travel haji dan umroh tertua di Jogja, Hasuna siap membimbing Anda dalam perjalan ke tanah suci dengan pembimbing berpengalaman serta bersertifikat. Dengan demikian, perjalanan spiritual Anda menuju tanah suci akan lebih khusyu’ dan hikmat.

sumber ilustrasi : https://www.artstation.com/artwork/VdJm8N

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga Artikel Menarik dari Hasuna Umrah Jogja

Baik Untuk Kesehatan, Inilah Kandungan Air Zam-Zam di Mekah

Kandungan air zam-zam- Sumur Zam-Zam yang berada di Masjidil Haram, lebih tepatnya Tenggara Kabah, dipercaya memiliki banyak manfaat. Manfaat tersebut dihasilkan dari kandungan yang terdapat pada air zam-zam. Setidaknya hal itulah yang telah dipaparkan dalam

Jabal Nur - 10 Situs Bersejarah Islam di Mekah dan Madinah

10 Situs Bersejarah Islam di Mekah dan Madinah

Saat menjalani haji dan umroh, mengunjungi berbagai situs bersejarah Islam di Mekah dan Madinah adalah agenda yang tidak boleh terlewatkan. Kota Mekah dan Madinah memiliki tempat-tempat yang memiliki nilai historis yang berkaitan dengan kisah Nabi

Inilah 3 Macam-Macam Haji dan Hukumnya

Inilah 3 Macam-Macam Haji dan Hukumnya

Macam-macam haji- Melaksanakan ibadah haji adalah rukun islam yang kelima. Ibadah haji merupakan salah satu perjalanan spiritual yang dilakukan umat muslim yang mampu, baik fisik maupun materi atau finansial. Berdasarkan pelaksanaannya, terdapat tiga jenis atau

Sejarah dari Melempar Jumrah

Sejarah dari Melempar Jumrah di Tanah Mina

Melempar jumrah adalah salah satu dari banyaknya rangkaian yang harus jmaah lakukan ketika menjalankan ibadah haji di tanah suci. Lempar jumrah ini umumnya dilaksanakan oleh jamaah ketika berada di Mina. Sedangkan batu yang digunakan untuk

4 Ciri-Ciri Haji Mabrur Menurut Rasulullah SAW

4 Ciri-Ciri Haji Mabrur Menurut Rasulullah SAW

Seperti apakah ciri-ciri haji mabrur menurut islam?- Mabrur dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah diterima Allah atau baik. Jadi, secara bahasa, haji mabrur adalah haji yang baik atau ibadahnya telah dilaksanakan dengan baik dan diterima