Bolehkah Wanita Pergi Umroh Sendirian?

Sebagian wanita bertanya-tanya, “bolehkah wanita pergi umroh sendirian?”.

Dalam hal ini ada perbedaan pendapat antara ulama. Sekarang ini, banyak wanita yang ingin menunaikan ibadah haji dan umroh sendirian karena merasa aman untuk melakukan perjalanan sendirian tanpa adanya mahram.

Wanita Pergi Umroh Tanpa ditemani Mahram, Bolehkah?

Hal ini yang akhirnya menimbulkan pertanyaan bagi kaum wanita apakah boleh pergi umroh sendiri atau tidak. Namun, sebelum kita membahas tentang pendapat ulama mengenai hal tersebut, sebaiknya kita bahas dulu apakah yang dimaksud dengan mahram.

Pengertian Mahram

Mahram merupakan orang-orang (lawan jenis) yang haram untuk dinikahi seumur hidup karena sebab keturunan, persusuan, atau karena pernikahan. Sebagian orang sering kali salah menggunakan istilah mahram dengan muhrim. Padahal sebenarnya kata muhrim berbeda dengan mahram.

Dalam Islam, kata muhrim artinya adalah orang yang berpakaian ihram dalam ibadah haji maupun umroh sebelum melakukan tahalul. Sedangkan mahram (mahramun) adalah orang-orang yang diperbolehkan untuk berjabat tangan atau berergian bersama kita, namun selamanya kita tidak boleh menikah dengan mereka.

Pandangan Ulama tentang Bolehkah Wanita yang Pergi Umroh Sendirian / Tanpa Mahrom

Lalu bolehkah pergi umroh seorang diri tanpa mahrom bagi wanita? Jika dilihat dari dalil nash yang paling populer mengenai kebolehan atau larangan bagi wanita dalam safar atau bepergian,

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

لَا يَحِلُّ لاِمْرَأَةٍ تُؤْمِنُ باللَّهِ وَالْيَومِ الآخِرِ، أَنْ تُسَافِرَ سَفَرًا يَكونُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَصَاعِدًا، إلَّا وَمعهَا أَبُوهَا، أَوِ ابنُهَا، أَوْ زَوْجُهَا، أَوْ أَخُوهَا، أَوْ ذُو مَحْرَمٍ منها

Seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak boleh melakukan safar selama 3 hari atau lebih, kecuali bersama ayahnya, atau anaknya, atau suaminya, atau saudara kandungnya, atau mahramnya”  (HR. Muslim no. 1340)

kita memahami bahwa wanita muslimah tidak boleh bepergian sendirian, terlebih selama kurun waktu lebih dari tiga hari tanpa disertai mahram.

Berikut ini poster mahram seorang wanita dari jalur ayah dan jalur ibu buatan dari Pesantren Sidogiri.

marham seorang wanita
marham seorang wanita dari jalur ayah
marham seorang wanita dari jalur ibu
marham seorang wanita dari jalur ibu

Namun, ada perbedaan pendapat antar ulama berkaitan tenang kebolehan atau larangan bagi wanita untuk bepergian sendirian jika tujuannya adalah untuk melaksanakan ibadah haji atau umroh sebagai salah satu rukun Islam.

Ada yang mutlak melarang dan ada juga yang tidak mengharuskan adanya mahram.

  1. Mengharuskan Adanya Mahram

Bagi wanita muslimah yang telah mencapai akil baligh (dewasa) tidak diperbolehkan untuk bepergian tanpa adanya mahram atau disertai suaminya.

Pada zaman dahulu, belum terdapat jaminan keamanan bagi para wanita saat hendak bepergian sendirian. Sangat tidak aman bagi para wanita Arab untuk bepergian sendirian melewati padang pasir yang begitu luas.

Karena itulah, wanita diharuskan untuk bepergian dengan adanya mahram untuk melindungi mereka selama di perjalanan. Selain itu, bepergian bersama mahram juga dapat menjaga diri para muslimah dari situasi buruk yang akan menimbulkan fitnah.

Rasulullah SAW bersabda, “Seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak boleh melakukan safar selama 3 hari atau lebih, kecuali bersama ayahnya, atau anaknya, atau suaminya, atau saudara kandungnya, atau mahramnya”  (HR. Muslim no. 1340). .

Dari dalil tersebut dapat disimpulkan, bagi wanita muslimah sebaiknya tidak bepergian sendirian atau tanpa adanya mahram ataupun tsiqah (orang yang bisa dipercaya).

  1. Tidak Mengharuskan Adanya Mahram

Para wanita diperkenankan untuk bepergian sendirian jika kondisi masyarakat atau situasi telah jauh lebih aman.

Kondisi keamanan di zaman sekarang dianggap lebih aman jika dibandingkan dengan situasi keamanan di masa lalu.

Berdasarkan sabda Rasulullah SAW, “Wahai Adi, pernahkan engkau ke Hirah?”, Aku menjawab belum, tapi hanya mendengar tentangnya.

Beliau lalu bersabda, “Apabila umurmu panjang, engkau akan melihat wanita bepergian dari kota Hirah berjalan sendirian hingga tawaf di Ka’bah, dengan keadaan tidak merasa takut,melainkan hanya pada Allah saja”.

Adi berkata, “Maka akhirnya aku pun menyaksikan wanita bepergian dari Hirah hingga tawaf di Ka’bah tanpa takut kecuali pada Allah”. (HR Bukhari Muslim).

Menurut pendapat kedua berdasarkan dalil di atas, dapat disimpulkan bahwa syarat kesertaan mahram bukan sebuah syarat mutlak. Jadi tanpa adanya mahram, haji dan umrohnya pun tetap sah.

Syarat Mahram Umroh dan Haji bagi Wanita di Saat Sekarang

Jadi kembali lagi kepada pilihan dan keyakinan anda. Karena masing-masing pendapat tentang Bolehkah Wanita Pergi Umroh Sendirian memiliki dasar hukum. Semoga anda bisa memutuskan.

Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan syarat adanya Surat Keterangan Mahram bagi wanita yang ingin melaksanakan haji dan umroh. Jadi, meski tidak disertai dengn mahram, namun pemerintah Arab Saudi tetap mewajibkan adanya Surat Keterangan Mahram yang diperoleh dengan bantuan biro perjalanan haji dan umroh yang Anda pilih.

Semoga pembahasan ini dapat menjawab pertanyaan, bolehkah pergi umroh seorang diri bagi wanita. Bagi Anda kaum wanita yang ingin berangkat umroh seorang diri, Anda harus mencari biro perjalanan umroh yang dapat memberikan perlindungan terbaik bagi para jamaahnya. Salah satu biro umroh Jogja yang siap memberikan pelayanan terbaik bagi para jamaahnya adalah Hasuna Tour.

Sebagai biro perjalanan umroh yang telah berpengalaman lebih dari 22 tahun, Hasuna Tour telah mengantongi izin resmi dan siap melayani para calon jamaah umroh dengan sebaik mungkin. Bersama Hasuna Tour, biro perjalanan umroh Jogja terbaik, perjalanan umroh Anda akan semakin mengesankan.

Baca Juga Artikel Menarik dari Hasuna Umrah Jogja

Apa itu Tawaf, Jenis-Jenis, Tata Cara, dan Sunnah Pelaksanaannya

Salah satu rangkaian ibadah dalam umroh adalah melakukan tawaf. Apa itu Tawaf ? Tawaf merupakan salah satu rukun haji dan umroh yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Perintah untuk melakukan tawaf ada di Q.S

HASUNA BIRO UMROH JOGJA DAN HAJI PLUS FURODA (9)

Tata Cara Ibadah Umroh Sesuai Tuntunan Rasulullah

Jamaah umroh harus mengetahui tata cara ibadah umroh beserta dengan doa dan bacaannya yang  sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Ibadah umroh memiliki tata cara yang sedikit berbeda dengan ibadah haji. Perbedaan tersebut terletak pada waktu

buah kurma

Sejarah Kurma dan Beragam Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Kurma adalah salah satu buah yang identik dengan negara Timur Tengah. Buah yang sering kita jumpai di bulan Ramadhan ini kerap kali dijadikan oleh-oleh ketika menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Selain itu, buah kurma

Solusi Naik Haji bagi yang Kurang Mampu

Ibadah haji merupakan ibadah yang diwajibkan bagi mereka yang telah mampu secara fisik maupun finansial. Jadi, bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan secara fisik maupun materi, ibadah haji ini tidak diwajib untuk dilaksanakan. lalu bagaimana

Sejarah Ka’bah, Awal Mula diBangunnya Tempat Suci di Mekah

Sejarah Ka’bah, Awal Mula diBangunnya Tempat Suci di Mekah

Kabah adalah bangunan suci yang terdapat di Kota Mekah, tepatnya di tengah-tengah Masjidil Haram. Kabah dijadikan oleh umat muslim di seluruh dunia sebagai kiblat dalam beribadah salat. Tidak berhenti di situ, Kabah juga merupakan salah

KANTOR PUSAT

Jl. Ipda Tut Harsono No.3, Muja Muju, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55165.

KANTOR HASUNA

© 2019 Hasuna Tour All right reserved