4 Ciri-Ciri Haji Mabrur Menurut Rasulullah SAW

4 Ciri-Ciri Haji Mabrur Menurut Rasulullah SAW

Seperti apakah ciri-ciri haji mabrur menurut islam?- Mabrur dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah diterima Allah atau baik. Jadi, secara bahasa, haji mabrur adalah haji yang baik atau ibadahnya telah dilaksanakan dengan baik dan diterima oleh Allah SWT. Sedangkan pengertian berdasarkan syar’i, haji mabrur merupakan haji yang telah melaksanakan ibadahnya sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Allah SWT dan juga Nabi Muhammad SAW dengan menjalankan syarat, keajiban, rukun, serta mejauhi hal yang dilarang atau tidak diperkenankan.

Ganjaran atau balasan yang diberikan Allah kepada haji mabrur adalah surga. Hal tersebut dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah Hadits Riwayat Bukhari. Penyematan kata mabrur juga merupakan hak perogratif Allah. Akan tetapi, terdapat tanda-tandap yang menunjukkan bahwa haji yang dijalankan seseorang diterima oleh Allah atau mabrur. Berikut adalah ciri-ciri utama haji mabrur.

1.             Menebarkan kedamaian kepada orang-orang di sekitar

Hadits Riwayat Ahmad meriwayatlkan, ada sahabat Nabi yang berkata kepada Rasulullah “Wahai Rasulullah, apa itu haji mabrur?”. Rasulullah pun menjawab, bahwa bahwa ciri haji mabrur adalah memberikan makanan dan menebar kedamaian. Berdasarkan riwayat tersebut dapat dipahami bahwa haji yang mabrur adalah seseorang yang dapat memberikan atau menebarkan kedamaian kepada orang-orang yang berada di sekitarnya.

2.             Berbicara dengan santun

Ciri haji mabrur yang selanjutnya adalah berbicara dengan santun. Dalam sebuah riwayat lain, Rasulullah pernah ditanya mengenai ciri haji yang mabrur. Kemudian Rasul menjawab “Memberikan makanan dan santun dalam berkata”. Selain menebar kedamaian, seorang haji mabrur haruslah memiliki tutur kata yang santun dan sopan.

3.             Mempunyai kepedulian sosial

Dalam kedua riwayat sebelumnya, Nabi Muhammad telah menjelaskan dalam jawabannya kepada para sahabat, bahwa ciri haji yang mabrur adalah memberikan makanan. Berdasarkan jawaban Rasulullah tersebut, dapat dikatakan bahwa haji yang mabrur adalah seseorang yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi kepada orang-orang yang berada di sekitarnya. Salah satu wujud kepedulian tersebut diwujudkan dengan memberikan makanan kepada orang-orang yang membutuhkan di sekitarnya.

4.             Menghindari perbuatan maksiat

Ciri-ciri haji mabrur yang terakhir adalah menghindari perbuatan maksiat. Dalam hadits riwayat muslim, dikisahkan, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa haji mabrur adalah barangsiapa saja yang mengerjakan ibadah haji, dan menghindarkan diri dari perbuatan rafats dan juga fusuq, maka ia akan dikembalikan dalam keadaan dimana saat ia dilahirkan oleh ibunya. Rafats memiliki arti perbuatan yang keji dan tidak senonoh, seperti bersetubuh. Sedangkan fusuq memiliki makna perbuatan maksiat atau perbuatan yang menodai akidah ataupun keimanan. Berdasarkan riwayat tersebut, dapat dipahami bahwa haji yang mabrur adalah seorang haji yang dapat menghindarkan dirinya dari perbuatan keji dan maksiat, baik dalam pikiran, perkataan, maupun perbuatannya.

Itulah keempat ciri-ciri haji mabrur yang dapat dilihat pada seseorang yang baru saja melaksanakan ibadah haji. Jika dipahami secara umum, haji mabrur sendiri adalah seseorang yang sepulang dari melaksanakan ibadah haji, dapat menjadi pribadi yang lebih baik, baik pikiran, perkataan, maupun perbuatnnya. Agar menjadi haji yang mabrur, Anda harus melaksanakan syarat, rukun, wajib, serta melaksanakan kegiatan ibadah haji dengan penuh rasa khidmat dan semata-mata hanya mengharap ridha Allah. Melalui Hasuna travel haji plus jogja, Anda akan dituntun agar dapat menjalankan ibadah haji secara lebih khusyu’. Dengan pengalaman selama 22 tahun, biro travel umroh jogja ini akan senantiasa membimbing Anda dalam mempersiapkan perjalanan ibadah haji dan juga umroh dengan suasana hati yang hikmat.

Baca Juga Artikel Menarik dari Hasuna Umrah Jogja

Bolehkah Umroh Saat Hamil

Bolehkah Umroh Saat Hamil? Simak Pembahasannya Berikut ini!

Bolehkah umroh saat hamil? Hal ini menjadi salah satu pertanyaan para wanita, terutama bagi mereka yang sedang mengandung. Sebenarnya umroh dapat dilaksanakan kapan saja, termasuk saat dalam kondisi hamil. Tidak ada larangan bagi wanita hamil

syukur arab buka penerbangan internasional lagi

Syukur Arab Buka Penerbangan Internasional Lagi, Umroh Bisa?

Hasuna.co.id – Assalamualaikum Sobat Hasuna👋 Pasti beberapa dari Hasuna sudah merindukan pergi ke tanah suci. Beberapa waktu yang lalu Arab Saudi mengumumkan bahwa akan membuka penerbangan internasional. Namun, untuk umroh akan diberikan izin secara bertahap.

Hukum Naik Haji Tapi Berhutang

Hukum Naik Haji Tapi Berhutang

Ibadah haji diwajibkan bagi setiap muslim yang memiliki kemampuan, baik secara fisik maupun finansial. Tapi fenomena yang terjadi sekarang ini adalah pergi haji dengan jalan berhutang. Berhutang apabila dilihat dari satu sisi menunjukkan bahwa orang

Baik Untuk Kesehatan, Inilah Kandungan Air Zam-Zam di Mekah

Kandungan air zam-zam- Sumur Zam-Zam yang berada di Masjidil Haram, lebih tepatnya Tenggara Kabah, dipercaya memiliki banyak manfaat. Manfaat tersebut dihasilkan dari kandungan yang terdapat pada air zam-zam. Setidaknya hal itulah yang telah dipaparkan dalam

Kisah Haji Wada’, Haji Pertama dan Terakhir Nabi Muhammad

Nabi Muhammad SAW adalah suri tauladan bagi umat muslim di seluruh penjuru dunia. Setiap perbuatan, perkataan, serta gerik-gerik beliau selalu diikuti oleh umatnya. Termasuk ketika beliau melakukan haji untuk pertama dan terakhir kali. Tata cara

KANTOR PUSAT

Jl. Ipda Tut Harsono No.3, Muja Muju, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55165.

KANTOR HASUNA

© 2019 Hasuna Tour All right reserved